Kamis, 20 Februari 2014

The First

hubungan yang baik itu bukan berarti setiap saat berhubungan, tapi saling percaya setiap saat
bukan juga keharusan setiap saat ngobrol, tapi ngobrol disaat yang berkualitas
karena hubungan itu bukan rutinitas, rutinitas yang membosankan
hubungan yang baik itu ketika menjadikan kita lebih baik, menjadi penopang disaat rapuh, sandaran saat lelah, fresh lagi saat butek :D, bukan beban, bukan paksaan, tapi keikhlasan.... pengertian.... dan kepercayaan....

Selamat ber-CN pak abdul...bisaaa laaah malem ini kelarrr ;)
S-E-M-A-N-G-A-T !!!!!!!!

Selasa, 11 Februari 2014

Husnul Khotimah

Sudah lebih dari 2 tahun saya meninggalkan husnul. Banyak kenangan yang hampir selalu saya rindukan sampai saat ini. Suasana subuh di husnul, tawa, canda, sedih, bahkan air mata luka yang saya dapat di sana. Husnul merupakan rumah saya selama 6 tahun lamanya. Mengajarkan saya akan betapa nikmatnya sebuah keserhanaan diikuti dengan berbagi bersama sahabat yang lain. Husnul mengajarkan saya untuk bisa berdiri diratusan orang, berdiri menyuarakan suara saya diratusan orang. Husnul mengajarkan saya bagaimana rasanya jauh dari orang tua, bagaimana rasa rindu akan orang tua. Husnul membuat saya merasa dihargai...dihargai sebagai seorang sahabat untuk pertama kalinya. Farid, Adzul, Ibad, Algi, Bayu, Fatih, Dawam, Dimas, Husein, Fadli, Miftah, Ucu, dan mereka yang selalu tertawa bersama-sama kami. Malam ini saya rindu Husnul, rindu akan semua waktu-waktu kebersamaan bersama mereka....

Selasa, 04 Februari 2014

Bertemu atau tidak, Allah tahu yang terbaik

sebesar apa cintaku padamu? | waktu kelak akan memberitahu

karena rasa ini belum pantas diucap | tidak selagi aku masih belum siap

karena satu ucapan bisa menodai hati | noktah maksiat yang menenggelamkan diri

aku terlanjur terjembab dalam lubang rasa | bicara atau diam itu sama-sama menyiksa

namun bila terucap bukan hanya menyiksa namun sisakan dosa | karena kita sama-sama belum siap dan memendam rasa bisa jadi nista

masa depanku dan masa depanmu siapa yang tahu? | namun terkadang kebodohan mengambil alih akal sehatku

kukira dengan mencurahkan rasa ini padamu akan menenangkan | padahal kutahu itu awal musibah yang berujung pada penyesalan

maka mungkin diam adalah jalan yang terbaik | atau kujadikan saja ia beberapa lirik?

bagaimanapun aku tak punya muka | bila harus memulai dengan maksiat

maka biarlah rasa ini masih terpendam tanpa diungkap | sampai waktunya aku mampu dan pantas untuk bercakap

seberapa besar cintaku padamu? | mungkin engkau takkan pernah tahu


Kadang ketakutan memeluku | kau hilang dan aku tetap sendiri

Takdirku kau atau bukan itu aku tak tau | aku hanya tak ingin melanggar prosedur Tuhan.


Kadang setan membisik | aku pecundang menggantung wanita baik

Aku jawab | ambil saja untuk mu


-Felix Siaw & some adding from Ucu Suhendar-  

Sabtu, 01 Februari 2014

Teruntuk adik-adikku yang semoga selalu dalam naungan kasih sayang Sang Khaliq

Maafkan kakakmu ini yang sampai saat ini masih belum bisa menjadi contoh yang baik dalam keluarga. Kakakmu yang selalu menjahilimu, yang selalu suka memperlakukanmu seperti pembantu..Maaf

Adik-adikku, kadang kakakmu ini prihatin atas apa-apa yang kalian lakukan di sana..aku khawatir akan kalian. Tidak bermaksud untuk membatasi semua ruang gerak kalian, tapi disaat aku tidak ada di antara Ayah dan Ibu kalian lah yang paling dekat dengan mereka dan kalian juga lah yang paling akan membuat mereka khawatir, karena kalian yang selalu terlihat oleh mereka.

Adik-adikku, ketahuilah sebelum kakakmu ini dididik 6 tahun jauh dari orang tua, kakak jarang peduli akan semua jerih payah orang tua kita. Sampai akhirnya kesendirian mengajarkanku untuk tahu akan bagaimana rasanya kehilangan, bagaimana rasanya rindu akan sebuah omelan, perintah, bahkan pertanyaan bertubi-tubi yang datang dari Ibu kita.

Tolong, bahagiakan orang tua kita di rumah. Karena kalianlah yang selalu ada disaat aku tidak ada disisi mereka. Jangan pernah membuat mereka khawatir atas semua kegiatan kalian. Walaupun terkadang perintah mereka menjengkelkan tapi percayalah, itu adalah bentuk rasa cinta dan kasih sayang mereka terhadap kita.

Maaf, kakak belum bisa pulang untuk periode ini. Aku rindu kalian.